PLensa Praya
Budaya & Tradisi Praya

Ritual Peresean Praya: Simbol Keberanian yang Masih Hidup di Tengah Modernisasi

Ritual Peresean di Praya tetap hidup di era modern, menjadi simbol keberanian dan budaya masyarakat Lombok Tengah. Ditemani tradisi yang terus berkembang, Peresean menawarkan pesan kearifan lokal yang relevan hingga 2025–2026.

Ritual Peresean Praya: Simbol Keberanian yang Masih Hidup di Tengah Modernisasi

Sorotan Utama

  • Peresean adalah tradisi pertarungan menggunakan rotan dan perisai khas Praya, Lombok Tengah.
  • Ritual ini diadakan rutin di Desa Sengkol dan Desa Tanak Awu, terutama saat acara budaya besar.
  • Tahun 2025–2026, Peresean semakin populer di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara.
  • Modernisasi tidak menghilangkan nilai budaya, melainkan memperkuat eksistensi Peresean melalui festival budaya.
  • Peresean menjadi simbol keberanian, ketangkasan, dan persaudaraan masyarakat Praya.

Makna dan Asal Usul Peresean

Peresean adalah tradisi khas Praya yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Ritual ini melibatkan dua orang pria yang bertarung menggunakan rotan (penjalin) dan perisai (ende). Meski terlihat keras, Peresean bukan sekadar pertarungan fisik. Ia mengandung filosofi mendalam tentang keberanian, ketangkasan, dan persaudaraan. Tradisi ini awalnya digunakan sebagai latihan fisik prajurit Sasak, suku asli Lombok. Hingga kini, Peresean tetap menjadi bagian integral dari budaya masyarakat Praya, terutama di Desa Sengkol dan Desa Tanak Awu.

Peresean di Era Modern

Di tengah arus modernisasi, Peresean tidak kehilangan eksistensinya. Tahun 2025–2026, ritual ini semakin dikenal berkat promosi budaya melalui festival dan media sosial. Pemerintah Lombok Tengah juga giat menggelar acara budaya yang menampilkan Peresean, menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara. Meski beberapa elemen tradisional tetap dijaga, modernisasi juga membawa perubahan positif, seperti penggunaan alat pelindung untuk meminimalisir cedera. Hal ini menunjukkan bahwa budaya dapat berkembang tanpa kehilangan esensinya.

Pesan Kearifan Lokal yang Abadi

Peresean bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga sarana pembelajaran. Melalui ritual ini, masyarakat Praya mengajarkan nilai-nilai seperti keberanian, menghormati lawan, dan menjaga persaudaraan. Pesan ini semakin relevan di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi. Tahun 2025–2026, Peresean diharapkan terus menjadi simbol budaya yang menginspirasi generasi muda untuk melestarikan warisan leluhur. Dengan demikian, tradisi ini tetap hidup dan memberikan kontribusi bagi identitas budaya Lombok Tengah.

Tanya Jawab Singkat

Di mana Peresean biasanya diadakan di Praya?

Peresean umumnya diadakan di Desa Sengkol dan Desa Tanak Awu, Praya, Lombok Tengah, terutama saat acara budaya besar.

Apakah Peresean aman untuk ditonton?

Ya, meski terlihat keras, Peresean dilakukan dengan aturan ketat dan dilengkapi alat pelindung untuk memastikan keselamatan peserta.

Apa filosofi di balik Peresean?

Peresean melambangkan keberanian, ketangkasan, dan persaudaraan, serta mengajarkan pentingnya menghormati lawan.

Apakah Peresean terbuka untuk wisatawan?

Ya, Peresean semakin populer di kalangan wisatawan dan sering diadakan dalam festival budaya yang terbuka untuk umum.