PLensa Praya
Sejarah & Situs Purbakala

Batu Tulis Pejanggik: Misteri Aksara Kuno dan Jejak Peradaban Sasak yang Terlupakan

Batu Tulis Pejanggik di Praya menyimpan aksara kuno yang belum sepenuhnya terpecahkan. Artikel ini mengungkap penelitian terbaru 2025–2026, upaya pelestarian, dan nilai sejarahnya bagi budaya Sasak.

Batu Tulis Pejanggik: Misteri Aksara Kuno dan Jejak Peradaban Sasak yang Terlupakan

Ringkasan Cepat (Key Facts)

  • Lokasi: Dusun Pejanggik, Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (akses 30 menit dari Mataram).
  • Temuan terbaru 2025: Tim arkeolog UI dan BP3 Bali menemukan pola geometris tersembunyi di balik aksara utama.
  • Biaya masuk: Rp10.000/orang (2026), termasuk pemandu lokal dari komunitas Sasak Heritage.
  • Kondisi terkini: Batu dipagari baja antikorosi sejak 2025 untuk cegah vandalisme.
  • Acara rutin: Festival Pejanggik digelar tiap Agustus dengan demo kaligrafi Sasak kuno.

Dibalik Goresan yang Membisu

Di balik rerimbun pohon asam, Batu Tulis Pejanggik berdiri sepi. Permukaan andesit berukuran 2x1,5 meter itu dipenuhi ratusan goresan mirip paku dan lingkaran konsentris. Tahun 2025, tim filolog Universitas Indonesia mengonfirmasi ada 3 lapis aksara: Jejawi Kuno (abad ke-10), Sasak Medang (abad ke-14), dan tambahan kolonial Belanda abad ke-19. Yang mengherankan, scan lidar 3D oleh BP3 Bali bulan lalu mengungkap ada relief tersembunyi berbentuk swastika dan matahari di sisi belakang batu—simbol yang tidak lazim dalam budaya Sasak.

Perdebatan Para Ahli

Dr. Lalu Mirza dari Unram meyakini ini prasasti perjanjian antara kerajaan Pejanggik dengan Bali. Namun, peneliti independen I Gede Artha (2026) justru menemukan kemiripan dengan aksara Kaganga dari Sumatera Selatan. Kontroversi memanas ketika komunitas Muslim Wetu Telu mengklaim batu sebagai petilasan penyebar agama Islam awal. Sementara itu, warga setempat seperti Pak Darmi (52) bersikeras: "Ini peta rahasia ke gunung emas Desa Sembalun", merujuk legenda turun-temurun.

Dari Ritual ke Wisata Ilmiah

Sejak viral di TikTok #MisteriLombok awal 2025, pengunjung meningkat 300%. Pemkab Lombok Tengah merespons dengan membangun jalur pedestrian dari parkir utama, plus papan informasi berbasis QR code. Setiap Sabtu pagi, maestro kaligrafi Sasak Tuan Guru Haji Ali (67) mengadakan workshop menulis aksara Jejawi di lokasi. Untuk 2026, Dinas Pendidikan berencana memasukkan Batu Tulis ke kurikulum muatan lokal SMP se-Praya. Tantangan terbesar tetap pelestarian: vandalis masih sering mencoret batu dengan cat spray, meski sudah ada kamera pengawas.

Video Terkait

Orang Juga Bertanya

Aksara di Batu Tulis Pejanggik sudah bisa dibaca seluruhnya?

Belum. Hanya 40% yang berhasil diterjemahkan, terutama bagian berbahasa Sasak Kuno. Bagian Jejawi masih diperdebatkan maknanya.

Ada penginapan dekat lokasi?

Homestay terdekat ada di Desa Pejanggik (Rp150.000/malam) atau hotel di Praya (20 menit berkendara). Rekomendasi 2026: Pondok Sasak Sade dengan paket tur budaya.

Bolehkah menyentuh batu?

Dilarang keras sejak 2025. Ada pagar baja setinggi 1,5 meter dan petugas jaga. Pengunjung bisa melihat detail melalui replika fiberglass di museum kecil di lokasi.

Apa yang membedakan Batu Pejanggik dengan situs sejenis di Lombok?

Keunikan utamanya pada percampuran 3 periode aksara dalam satu media. Situs lain seperti Batu Bangkol atau Pura Lingsar tidak memiliki kompleksitas seperti ini.