PLensa Praya
Wisata Pantai & Sirkuit Mandalika

Sirkuit Mandalika dan Deret Pantai Selatan: Wajah Baru Pariwisata Lombok Tengah 2025

Sirkuit Mandalika dan pantai selatan Lombok Tengah jadi wajah baru pariwisata 2025, dari balap MotoGP hingga ombak Gerupuk dan pasir Tanjung Aan.

Sirkuit Mandalika dan Deret Pantai Selatan: Wajah Baru Pariwisata Lombok Tengah 2025

Sorotan Utama

  • Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) berada di Kecamatan Praya, pintu masuk utama wisatawan ke Lombok Tengah
  • Pertamina Mandalika International Street Circuit menggelar balap kelas dunia seperti MotoGP dan WorldSBK di Kuta, Lombok Tengah
  • Tanjung Aan dikenal dengan pasir kasar mirip merica dan air laut jernih
  • Gerupuk dan Selong Belanak jadi titik favorit peselancar dari pemula sampai mahir
  • Bau Nyale, tradisi menangkap cacing laut masyarakat Sasak, digelar di kawasan Pantai Seger

Dari Praya Menuju Garis Start

Pesawat mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Praya, dan dalam waktu kurang dari satu jam wisatawan sudah bisa mencium angin asin pantai selatan. Praya adalah ibu kota Kabupaten Lombok Tengah, pusat kegiatan pemerintahan sekaligus simpul lalu lintas orang dan barang. Dari sini, jalan menuju kawasan Kuta dan Mandalika terus dibenahi, memangkas waktu tempuh yang dulu terasa jauh.

Sopir travel yang biasa mangkal di terminal kedatangan bercerita, ritme kerjanya berubah drastis tiap ada jadwal balap. Kamar penginapan penuh, warung kopi ramai sampai dini hari, dan pedagang kaki lima dari desa-desa sekitar Praya ikut turun menjajakan dagangan. Pariwisata di sisi selatan bukan lagi cerita akhir pekan, tapi denyut ekonomi yang menyentuh keseharian warga.

Sirkuit yang Mengubah Peta

Pertamina Mandalika International Street Circuit berdiri di kawasan Kuta, Lombok Tengah, dan menjadi tuan rumah ajang balap motor kelas dunia. Lintasannya membentang dengan latar bukit hijau dan garis pantai, kombinasi yang jarang ditemui di sirkuit lain. Saat MotoGP atau WorldSBK berlangsung, ribuan penonton dari dalam dan luar negeri memadati tribun.

Efeknya terasa jauh melampaui pagar sirkuit. Homestay bermunculan di desa-desa dekat lintasan, warga belajar bahasa asing seadanya untuk melayani tamu, dan jasa antar-jemput tumbuh cepat. Di luar musim balap, area sirkuit tetap dikunjungi wisatawan yang ingin melihat lintasan dari dekat atau sekadar berfoto di gerbang utama. Bagi banyak keluarga di sekitar Praya dan Kuta, kawasan ini kini jadi sumber penghasilan baru yang nyata.

Deret Pantai yang Bikin Betah

Keluar sedikit dari hiruk-pikuk sirkuit, pantai-pantai selatan menunggu. Tanjung Aan terkenal dengan butiran pasirnya yang kasar menyerupai merica dan air laut yang jernih. Naik ke bukit Merese di ujungnya, hamparan teluk terlihat utuh, paling cantik saat matahari mulai turun.

Untuk yang mencari ombak, Gerupuk jadi tujuan peselancar dengan beberapa titik pecah ombak yang bisa dijangkau perahu nelayan setempat. Selong Belanak lebih ramah pemula, dengan garis pantai landai dan pasir putih lembut, sementara Mawun menawarkan teluk tenang berbentuk tapal kuda yang cocok untuk berenang. Pantai Seger, tidak jauh dari Kuta, menyimpan nilai budaya tersendiri karena jadi lokasi tradisi Bau Nyale, ritual menangkap nyale atau cacing laut yang diwariskan masyarakat Sasak turun-temurun.

Harga di kawasan ini masih relatif terjangkau. Warung-warung sederhana menyediakan ikan bakar dan pelecing, dan tukang parkir lokal biasanya ikut menjaga barang pengunjung. Datang pagi hari memberi keleluasaan menikmati pantai sebelum matahari terlalu terik dan sebelum rombongan bus tiba.

Tanya Jawab Singkat

Bagaimana cara menuju Sirkuit Mandalika dari bandara?

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid berada di Praya, Lombok Tengah. Dari sini kawasan Kuta dan sirkuit dapat dicapai dengan taksi, travel, atau sewa kendaraan dalam waktu relatif singkat.

Pantai mana yang cocok untuk pemula belajar selancar?

Selong Belanak dikenal ramah pemula karena garis pantainya landai. Gerupuk juga populer, dengan beberapa titik ombak yang bisa dipilih sesuai kemampuan.

Apa itu Bau Nyale?

Bau Nyale adalah tradisi masyarakat Sasak menangkap nyale (cacing laut) yang digelar di kawasan Pantai Seger. Acara ini kental nuansa budaya lokal.

Kapan waktu terbaik mengunjungi pantai selatan Lombok Tengah?

Datang pagi hari memberi suasana lebih tenang dan cahaya bagus untuk foto. Saat ada jadwal balap di sirkuit, kawasan cenderung sangat ramai, jadi pesan penginapan lebih awal.